PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK KACE (ROMPI DADA) KHAS PONOROGO DENGAN BAHAN DAUR ULANG ECENG GONDOK (STUDI KASUS: PAGUYUBAN GEMBON KIAI BULAK)

Nur Alfiatus Hasanah, Darwin Yuwono Riyanto, Hardman Budiarjo

Abstract


Di Indonesia dengan berbagai suku bangsa mempunyai banyak corak keanekaragaman kebudayaan. Salah satu contoh kebudayaan Indonesia yaitu tari jaranan. Banyak penari yang kurang memahami kesenian budaya termasuk tari jaranan yang kurang memahami fungsi dari pakaian dan aksesoris yang digunakan penari. Salah satunya kace (rompi dada) yang digunakan untuk menampilkan gambar ikon daerah dan kace berperan penting dalam pementasan. Kace yang terlalu banyak dihiasi pernak pernik yang membentuk gambar ikon daerah membuat kace lebih berat. Oleh karena itu dibutuhkan pemecahan masalah yang dapat mengurangi permasalahan pada produk kace. Kace yang sebagai aksesoris seharusnya tidak membuat penari merasa tidak nyaman dengan aksesoris yang digunakan. Karena dapat mengganggu penampilan penari. Oleh karena itu pemecahan masalahnya dengan cara mengembangkan produk kace dengan menggunakan bahan eceng gondok dengan ornamen yang terbuat dari benang sulam yang dilakukan dengan teknik sulam. Mengembangkan kace dengan bahan yang lebih ringan dan juga lebih ramah lingkungan, tidak hanya itu saja dengan menggunakan bahan alam dengan teknik anyam dan sulam lebih terlihat estetik dan lebih terlihat handycraft.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.